BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Motivasi merupakan faktor penting yang membantu seseorang
untuk sukses atau tidak dalam menjalankan kehidupannya. Seorang yang memiliki
motivasi akan berbeda dengan yang tidak memiliki motivasi. Contoh seorang
pelajar mempunyai motivasi, dia ingin sekali mempunyai peringkat atau rangking
dikelasnya, dengan motivasi itu dia berusaha keras belajar lebih dari pada
biasanya, belajar sangat keras dan tekun agar mendapatkan apa yang dia
inginkan.
B.
Tujuan dan manfaat
1.
Mengetahui pengertian
dan makna motivasi
2.
Mengetahui Teori
Motivasi
3.
Mengetahui jenis motivasi
4.
Mengenal Fungsi
Motivasi
5.
Mengetahui upaya
meningkatkan motivasi
C.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang tersebut perlu kiranya merumuskan masalah sebagai pijakan untuk
terfokusnya kajian makalah ini. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut:
1. Apa pengertian
Motivasi ?
2. Apa saja Teori Motivasi?
3.
Apa saja jenis motivasi?
4.
Apakah Fungsi Motivasi ?
5.
Bagaimana upaya meningkatkan Motivasi ?
D.
Metode
Pemecahan Masalah
Metode
pemecahan masalah yang dilakukan melalui study literatur atau metode kajian
pustaka, yaitu dengan menggunakan beberapa referensi lainnya yang merujuk pada
permasalahan yang dibahas. Langkah-langkah pemecahan masalahnya dimulai dengan
menentukan masalah yang akan dibahas dengan melakukan perumusan masalah,
melakukan langkah-langkah pengkajian masalah, penentuan tujuan dan sasaran,
perumusan jawaban permasalahan dari berbagai sumber.
E. Sistematika Penulisan Makalah
Makalah
ini ditulis dalam tiga bagian, meliputi: Bab I Pendahuluan yang terdiri dari:
latar belakang masalah, perumusan masalah, metode pemecahan masalah, dan
sistematika penulisan makalah; Bab II, adalah Pembahasan; Bab III, bagian
penutup yang terdiri dari Kesimpulan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Motivasi
Motif dan motivasi
merupakan dua kata yang sangat erat berhubungan, motif dalam bentuk masih pasif
dan motivasi merupakan sesuatu yang teklah aktif. Motif berasal dari bahasa
latin, movere yang berarti bergerak
atau to move. Suatu dorongan yang
berasal dari individu itulah yang disebut motif. Jadi motivasi adalah dorongan
yang telah aktif sehingga terjadi perubahan energi dalam diri manusia yang menggerakannya untuk
mencapai tujuan atau kebutuhannya. Pada umumnya, setiap dorongan dari dalam
individu terjadi dalam rangka mencoba suatu tujuan, namun demikian ada dorongan
yang terjadi tidak berkaitan langsung dengan tujuan yang akan dicapai yang
telah direncanakan sebelumnya.
B.
Teori Motivasi
Perilaku
manusia itu didorong oleh motif tertentu, sehingga manusia itu berprilaku.
Dalam halni ada berbabai teori motif, diantaranya.
1.
Teori Insting
Menurut McDougall, perilaku itu disebabkan
oleh insting dimana insting merupakan perilaku yang innate (bawaan) dan insting akan mengalami perubahan karena
pengalaman. (Walgito, 2010). Pendapat McDougall mendapat tanggapan yang berbeda
dari allport yang menerbitkan buku psikologi social tahun 1924, yang
berpendapat bahwa perilaku manusia itu disebabkan karena banyak faktor,
termasuk orang-orang yang ada disekitarnya dengan perilakunya.
2.
Teori dorongan
Teori ini bertitik tolak pada pandangan bahwa
organisme itu mempunyai dorongan-dorongan atau drive tertentu. Crider menyatakan, dorongan demikian berkaitan dengan kebutuhan organisme yang mendorong
organisme berprilaku. Organisme memiliki
kebutuhan tersendiri dan organisme ingin
memenuhi kebutuhgannya, akan terjadi ketegamgan dalam diri organisme itu. Jika
organisme itu berprilaku dan dapat memenuhi kebutuhannya itu, akan terjadi
pengurangan atau reduksi dari dorongan-dorongan tersebut (Walgito, 2010).
3.
Teori insentif
Menurut Wlgito (2010)teori ini bertitik tolak
pada pandangan bahwa perilaku organisme itu disebabkan karena adanya insentif.
Suatu insentif akan mendorong seseorang untuk berprilaku. Insentif disebut juga
sebagai reinforcement, ada yang
positif dan ada yang negatif. Reinforcement
yang positif berkenaan dengan hadiah, sedangkan reinforcement yang negatif berkenaan dengan hukuman.;
4.
Teori atribusi
Teori ini menjelaskan tentang penyebab
perilaku organisme oleh disposisi internal atau eksternal. Fritz (dalam
walgito,2010) mengemukakan pada dasarnya perilaku manusia dapat atribusi
internal, tetapi juga dapat atribusi eksternal. Seorang berprilaku, bisa oleh
dorongan internal dan bisa juga oleh dorongan eksternal.
5.
Teori kognitif
Fishbein dan Ajzen mengemukakan bahwa
seseorang harus memilih perilaku tertentu yang harus dilakukan. Pada umu7mnya,
yang bersangkutan akan akan memilih suatu alternatif perilaku yang akan membawa
manfaat sebesar-besarnya bagi yang bersangkutan. Ini disebut subjective expected utility
(walgito,2010). Dalam memilih ini faktor berpikir berperan menentukan
pilihannya. Dengan berpikir seseorang akan dapat melihat sesuatu yang telah
terjadi sebagai bahan peretimbangan disamping melihat sesuatu yang dihadapi
pada waktu sekarang dan juga dapat melihat kedepan akan sesuatu yang terjadi dalam bertindaki. Pilihannya tentunya
deapat berdasarkan prioritas akan manfaat yang sebesar-besarnya yang diperoleh
terhadap pilihannya tersebut.
C.
Jenis Motivasi
Dalam
membicarakan jenis-jenis motivasi,hanya akan dibahas dari dua sudut
pandang,yakni motivasi yang berasal dari dalam diri pribadi seseorang yang
disebut motivasi intrinsik dan
motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang disebut motivasi ekstrinsik.
1. Motivasi Intrinsik
Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya
tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada
dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh seseorang yang senang membaca,
tidak usah ada yang menyuruh atau mendorongnya, ia sudah rajin mencari
buku-buku untuk dibacanya. Kemudian kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan
yang dilakukannya (misalnya kegiatan belajar), maka yang dimaksud dengan
motivasi intrinsik ini adalah ingin mencapai tujuan yang terkandung di dalam perbuatan
belajar itu sendiri.
Sebagai contoh konkrit, seorang siswa itu melakukan
belajar, karena betul-betul ingin mendapat pengetahuan, nilai atau keterampilan
agar dapat berubah tingkah lakunya secara konstruktif, tidak karena tujuan yang
lain-lain. “intrinsik motivations are
inherent in the learning situations and meet pupil-needs and purposes”.
Itulah sebabnya motivasi intrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi
yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan
dari dalam diri dan secara mutlak berkait dengan aktivitas belajarnya. Seperti
tadi dicontohkan bahwa seorang belajar, memang benar-benar ingin mengetahui
segala sesuatunya, bukan karena ingin pujian atau ganjaran.
2. Motivasi Ekstrinsik.
Motivasi ekstrinsik
adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang
dari luar. Sebagai contoh itu seseorang itu belajar,karena tahu besok paginya
akan ujian dengan harapan akan mendapatkan nilai baik, sehingga akan dipuji oleh
pacarnya,atau temannya. Jadi yang penting bukan karena belajar ingin mengetahui
sesuatu, tetapi ingin mendapatkan nilai yang baik,atau agar mendapat hadiah.
Jadi kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya, tidak secara
langsung bergayut dengan esensi apa yang dilakukannyn itu. Oleh karena itu
motivasi ekstrinsik dapat juga
dikatakan sebagai bentuk motivasi yang didalamnya aktivitas belajar dimulai dan
diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan
dengan aktivitas belajar.
D.
Fungsi Motivasi
Menurut Hamalik
(2003:161) fungsi motivasi adalah :
Mendorong
timbulnya suatu kelakuan atau perbuatan. Tanpa adanya motivasi maka tidak akan
timbul perbuatan seperti belajar
Motivasi
berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan ke pencapaian tujuan
yang diinginkan.
Motivasi
berfungsi sebagai penggerak. Motivasi berfungsi sebagai mesin dalam mobil.
Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu pekerjaan.
Menurut Sardiman
(2006:85) ada 3 fungsi motivasi :
Mendorong
manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan
energi.
Menentukan arah
perbuatan, yaitu kearah tujuan yang hendak dicapai
Menyeleksi
perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang
serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan tujuan-tujuan yang tidak
bermanfaat bagi tujuan tersebut.
E.
Upaya meningkatkan
motivasi diri
Pada dasarnya,
dalam ilmu psikologi, motivasi diartikan sebagai proses yang terdiri dari
beberapa tahap, yaitu tahap memulai, membimbing, serta mempertahankan perilaku
hingga mencapai suatu tujuan. Ada orang yang mudah mendapatkan motivasinya,
namun sebagian lagi sulit menemukannya. Padahal, sebenarnya banyak hal yang
dapat meningkatkan motivasi.
1.
Imbalan
tak boleh selalu menjadi patokan
Dalam banyak
kasus, imbalan atau reward sering kali dijadikan motivasi untuk melakukan
berbagai hal. Contohnya saja, seorang anak yang selalu diiming-imingi hadiah
jika ia berperilaku baik. Di masa yang akan datang, anak memang akan terus melakukan
perilaku yang baik tersebut, namun semua itu didasarkan oleh imbalan.
Imbalan adalah
hal yang cukup efektif untuk meningkatkan motivasi seseorang. tetapi apakah hal
tersebut baik untuk dijadikan alasan dalam setiap motivasi Anda? Tentunya tidak,
jangan sampai Anda ketergantungan dengan suatu imbalan tertentu, karena tidak
akan membuat diri Anda berkembang.
2.
Cobalah
untuk menantang diri Anda
Tantangan bisa
menjadi salah satu hal yang dapat meningkatkan motivasi Anda dalam melakukan
sesuatu hal. Saat menghadapi sebuah tugas yang mudah, yang mana sudah Anda
lakukan ratusan atau bahkan ribuan kali dan Anda tidak menemukan kesulitan
apapun saat melakukannya.
Bila Anda tidak
menemukan kesulitan atau rintangan apapun dalam pekerjaan Anda, maka bukan tidak
mungkin motivasi Anda akan cenderung menurun. Oleh karena itu, cobalah untuk
keluar dari zona nyaman dan temukan motivasi baru agar Anda bisa mendapatkan
pengalaman serta hasil yang baru – dan mungkin Anda sukai nantinya.
cara merasa
lebih bahagia
3.
Jangan
hanya bayangkan kesuksesan saja
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa
terlalu sering membayangkan tentang kesuksesan masa depan justru cenderung
menghasilkan pencapaian yang buruk. Para ahli menyatakan bahwa hal ini
disebabkan karena Anda tidak sadar bahwa telah mencurahkan segala energi yang
ada ketika membayangkan apa yang akan didapatkan di masa depan, sehingga Anda
tak memiliki energi untuk merancang cara bagaimana Anda dapat mencapai semua
hal itu.
Lalu apa yang
sebaiknya saya lakukan? Alih-alih, bermimpi tentang kesuksesan di masa yang
akan datang, sebaiknya Anda gunakan waktu, pikiran, dan tenaga Anda untuk
menyusun strategi serta membuat perencanaan yang matang untuk mencapai target
yang Anda inginkan. Dengan begitu, energi dan pikiran Anda terpusat untuk
merancang langkah apa yang akan diambil
selanjutnya.
4.
Fokus
pada proses, jangan terpaku dengan hasil yang akan didapatkan
Seseorang yang
berfokus hanya pada targetnya, tanpa memikirkan bagaimana proses yang baik,
justru cenderung memiliki pemikiran yang sempit dan ‘tetap’. Mereka tak
berkembang untuk menemukan cara-cara baru dalam mencapai tujuan dan target yang
ingin mereka capai. Pada akhirnya, hal ini hanya akan membuat ruang gerak
mereka terbatas, sehingga kegagalan pun datang di kemudian hari.
Lalu apa yang
harus dilakukan? Anda harus menghindari untuk memiliki pemikiran sempit seperti
itu. Alih-alih berfokus pada hasil, Anda bisa mempelajari bagaimana suatu
target dapat tercapai. Dengan begitu, Anda mengetahui mana cara yang lebih baik
dan efektif untuk mewujudkan tujuan Anda.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi motivasi adalah
dorongan yang telah aktif sehingga terjadi perubahan energi dalam diri manusia yang menggerakannya untuk
mencapai tujuan atau kebutuhannya. Pada umumnya, setiap dorongan dari dalam
individu terjadi dalam rangka mencoba suatu tujuan, namun demikian ada dorongan
yang terjadi tidak berkaitan langsung dengan tujuan yang akan dicapai yang
telah direncanakan sebelumnya.
Teori-teori motivasi
ada 5 yaitu :
1.
Teori Insting
Menurut
McDougall, perilaku itu disebabkan oleh insting dimana insting merupakan
perilaku yang innate (bawaan) dan insting akan mengalami perubahan karena
pengalaman.
2.
Teori dorongan
Teori ini
bertitik tolak pada pandangan bahwa organisme itu mempunyai dorongan-dorongan
atau drive tertentu. Crider
menyatakan, dorongan demikian berkaitan
dengan kebutuhan organisme yang mendorong organisme berprilaku
3.
Teori insentif
Menurut Wlgito
(2010)teori ini bertitik tolak pada pandangan bahwa perilaku organisme itu desebabkan
karena adanya insentif. Suatu insentif akan mendorong seseorang untuk
berprilaku. Insentif disebut juga sebagai reinforcement,
ada yang positif dan ada yang negatif. Reinforcement
yang positif berkenaan dengan hadiah, sedangkan reinforcement yang negatif berkenaan dengan hukuman.;
4.
Teori atribusi
Teori ini
menjelaskan tentang penyebab perilaku organisme oleh disposisi internal atau
eksternal. Fritz (dalam walgito,2010) mengemukakan pada dasarnya perilaku
manusia dapat atribusi internal, tetapi juga dapat atribusi eksternal. Seorang
berprilaku, bisa oleh dorongan internal dan bisa juga oleh dorongan eksternal.
5.
Teori kognitif
Fishbein dan
Ajzen mengemukakan bahwa seseorang harus memilih perilaku tertentu yang harus
dilakukan. Pada umu7mnya, yang bersangkutan akan akan memilih suatu alternatif
perilaku yang akan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi yang bersangkutan. Ini
disebut subjective expected utility
(walgito,2010). Dalam memilih ini faktor berpikir berperan menentukan
pilihannya. Dengan berpikir seseorang akan dapat melihat sesuatu yang telah
terjadi sebagai bahan peretimbangan disamping melihat sesuatu yang dihadapi
pada waktu sekarang dan juga dapat melihat kedepan akan sesuatu yang terjadi dalam bertindaki. Pilihannya tentunya
deapat berdasarkan prioritas akan manfaat yang sebesar-besarnya yang diperoleh
terhadap pilihannya tersebut.
Jenis motifasi
dibedakan menjadi 2 yaitu Motivasi intrinsik
dan Motivasi ekstrinsik Motivasi intrinsik merupakan motivasi yang datang
dari dalam diri individu. Motivasi ekstrinsik
biasa didefinisikan sebagai motivasi yang datang dari luar individu. Secara
umum, motivasi ekstrinsik lebih
sering berbentuk materi atau juga
pujian.
B. Saran
Saat kita dalam kondisi dibawah
(terpuruk), percayalah bahwa penderitaan pasti ada akhirnya. maka motifasilah
diri dengan hal-hal yang positif seperti pendekatan hati nurani kita dengan
Allah Swt. Saat kondisi kita diatas ingatlah kebahagiaan juga pasti ada
akhirnya. intinya jangan lihat kebahagiaan atau penderitaan itu. Tapi lihatlah
dibalik kebahagiaan dan penderitaan itu ada Allah Swt. Saran akhir dari penulis
“ Dipuji tidak terbang, dikritik tidak tumbang”.
DAFTAR PUSTAKA
Candra, wayan dkk. 2017. Psikologi Landasan Keilmuan Praktik Keperawatan Jiwa. Yogyakarta:
CV. ANDI OFFSET
Mita, Nimas. 2017. 4 cara meningkatkan motivasi diri untuk mencapai suatu target. https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/tips-meningkatkan-motivasi-diri/. Diakses pada tanggal 12 November 2018
Nopdrr. 2015. Jenis Motivasi. http://nopdrr.mahasiswa.unimus.ac.id/2015/12/01/psikologi-motivasi. Diakses
pada tanggal 12 November 2018
Comments
Post a Comment